Monday, June 08, 2009

Dakwah dan Keluarga


بسم الله الرحمن الرحيم
Salam Perjuangan



Raya 2007... Kot.. :P


"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;...". (At-Tahriim: 6)


Kepulangan ke rumah kali ini bukan kepulangan untuk melunaskan cuti semata-mata. Aku pulang dengan azam yang kukuh untuk membuat anjakan paradigma dalam keluarga ini. Impian untuk membi'ah solehahkan rumah ini takkan ku biarkan menjadi sekadar angan-angan kosong tanpa sebarang usaha. Kalau bukan aku, siapa lagi???

-------------------------------------------------------------------

"Baca Ma'thurat lepas subuh dan asar, solat jemaah maghrib dan isyak, tadarus Al Quran lepas maghrib, baca Al Mulk lepas isyak atau sebelum tidur. Boleh ikut?"

Tercengang adikku yang bongsu melihat jadual 'mutaba'ah' yang ku susun ditampal di pintu bilik.

"Ini satu arahan ke?"

Senyum. "Kakak nak 'Auni dgn Ateh ada displin. Nak 'Auni dapat pahala ni, nak tak? haa.." Budak-budak ni senang diumpankan dengan pahala, insya Allah berjaya.

"Mestilah nak. Tapi 'Auni dengan Ateh je ke?" tanya nya lagi tak puas hati. Berkerut kerut dahinya minta kepastian.

"Tak, ni untuk semua.. Abah, Mak, Along, Angah, Kakak, Kak Cik, Ateh dengan 'Auni. Kalau 'Auni berjaya buat dulu, nanti lama-lama mesti yang lain akan ikut. Lagi banyak pahala 'Auni."

"Emm.. Ok lah.. " Dia tewas. Umpanku terkena.

Bismillah. Semoga usaha ku ini tak sia-sia, Ya Allah.

---------------------------------------------------------------

Hidayah itu datangnya adalah dari Allah Subhanahu wa Taala. Boleh jadi, anak mendapat hidayah lebih dahulu berbanding orang tua. Pergaulan dengan kawan-kawan di sekolah mahupun di universiti, mengenalkan sang anak kepada Islam, sehingga pemahaman dan wawasan agamanya melebihi orang tua. Jika tidak pandai mengelola hal ini, berkemungkinan akan timbul pertentangan antara anak dan orang tua.

Oleh sebab itu, menyampaikan dakwah dalam keluarga ini perlukan pendekatan secara lembut dan halus. Menganggap ahli keluarga adalah mad'u - bertujuan untuk memperbaiki aspek-aspek yang dilihat tidak melambangkan keluarga Muslim demi mendapat keredhaan Nya.

Posisi kita dalam keluarga, terkadang juga mempengaruhi dakwah kita. Bila kita anak sulung, dan memiliki adik-adik, terkadang suara kita lebih didengar. Lantas bagaimana bila kita anak bongsu, dan akhwat pula? Harus berdakwah kepada yang lebih tua? Abang-abang? Di tengah lingkungan keluarga? Jangan sedih. Kedewasaan tidaklah diukur dari usia, tapi dari cara berfikirnya dan dari cara dia mengatasi masalah. Bukan begitu?

Biarpun situasi setiap orang itu berbeza, namun terdapat asas-asas yang penting yang perlu dalam menjalankan dakwah dalam keluarga sendiri. Berikut 31 Tips dakwah dalam keluarga :

31 Tips Dakwah Keluarga

1. Membantu orang tua

Bila tak ada pembantu, jangan malas untuk membantu orang tua. Curi peluang ini untuk mendekati mereka. Boleh dengan membantu mencuci pinggan, menyapu, menyiram, menyetrika, memasak, dan lain-lain.

2. Mendengarkan masalah dan beri penyelesaian yang Islami

Sabtu dan Minggu adalah waktu berkumpul keluarga. Banyak hal yang biasanya dibincangkan. Dan bila orang tua ada masalah, dengarkanlah masalah mereka dan beri penyelesaian yang Islami.

3. Disiplin saat menonton TV

Menonton TV jangan dianggap remeh. Apa jadinya bila keluarga kita ternyata masih suka menonton drama cinta, gossip dan lagu-lagu rock??? Selain tidak boleh dalam agama, pun akan menjadi penilaian tersendiri di mata orang tua. Anakku ini rupanya suka menonton cerita-cerita cinta (?)

4. Bangun pagi

Bangun lewat akan membawa gambaran yang kurang bagus.

5. Tersenyum

Selalu berwajah ceria, tidak masam, tentu akan membuat orang yang melihatnya pun menjadi ikut bahagia. Seorang da'ie wajahnya tersenyum selalu. Kalaupun ada kesedihan, cukup sekadar simpan dalam hati.

6. Berdoa dalam solat malam

Meski kita berikhtiar siang dan malam, tetapi hidayah tetap hak Allah. Maka jangan lupa mendoakan mereka di setiap selesai solat dan di setiap solat malam kita.

7. Memberi buku Islam yang sesuai

Kalau kita lebih suka membaca Risalah Pergerakan, Perangkat-Perangkat Tarbiyah, tentu orang tua tidak sesuai dengan ini. Maka kita harus menyediakan buku-buku Islam yang sesuai pemahaman mereka. Misalnya untuk ibu, kerana sudah ada keluarga, jadi yang lebih dominan dalam pemikirannya adalah tentang keluarga sakinah mawaddah warrahmah. Kita boleh membelikan buku ini. Atau bila kakak kita ternyata sebentar lagi akan menikah, kita boleh mencadangkan buku pernikahan islami, atau tips memilih menantu, misalnya.. ehm ehm

8. Perpustakaan Islam di rumah

Bilik kita penuh buku-buku, wawasan kita menjadi luas. Tetapi keluarga kita tidak. Maka keluarkan buku-buku itu dan letakkan juga di perpustakaan keluarga. Atau bila belum ada perpustakaannya, kita buat sendiri dengan mencari ruangan yang boleh dilihat oleh seluruh ahli keluarga.

9. Hiasi rumah dengan suasana Islami

Simbol-simbol Islam terkadang perlu karena pengkondisian lingkungan adalah sebahagian dari dawah. Kita boleh membeli kaligrafi Islam, atau kabah, dst. Dan mengurangkan adanya patung-patung dan sejenisnya. Tentu hal ini disampaikan secara bertahap kepada keluarga kita.

10. Memainkan tilawah atau nasyid di rumah

Mengenalkan keluarga dengan lagu-lagu yang Islami, sebagai jalan alternatif hiburan. Ar Ruhul Jadid mungkin terdengar enak di telinga kita, tapi bagi orang yang belum faham, belum tentu. Sesekali memutarkan tak mengapa, tapi jangan setiap hari. Cuba putar juga kaset-kaset slow yang disukai oleh orang yang sudah berusia, misalnya nasyid OPICK, Raihan atau Bimbo.

11. Memancing dengan ceramah subuh

Kebiasaan harus ditanamkan. Mulailah dari diri kita dahulu.Selesai shalat subuh, kita menonton ceramah subuh. Orang tua pun pasti menjadi pendengar. Setiap hari, biasakan. Maka Anda akan melihat bahawa orang tua akan menutup TV sendiri, demi menonton ceramah subuh. Dari ceramah subuh yang rutin tersebut, automatik tak ubahnya seperti pengisian harian.

12. Sabar

Sabar dalam berdawah. Jangan pernah kenal henti. Sabar dalam tingkah laku juga. Sabar dengan adik-adik jika ada, tahan kemarahan.

13. Memberi teladan

Makan dengan sederhana, tidak suka ikut ghibah bila orang tua kita berghibah, pakaian sederhana saja dan pastikan bilik tidur sentiasa kemas.

14 Ajak orang tua solat berjamaah

Shalat berjamaah akan memberi efek yang luar biasa bagi hati. Dalam shalat ini, orang tua menjadi imam, sehingga hubungan orang tua dan anak akan kian menjadi erat karena Allah.

15. Menceritakan aktiviti di universiti

Bila kita ikut program sekolah, cubalah tunjukkan foto-foto, laporan universiti, dan VCD aktiviti universiti. Dengan ini, orang tua tak khawatir apabila ada waktu kita sering di luar rumah.

16. Membawa kawan-kawan bersilaturahim ke rumah

Sesekali, ajak kawan-kawan ke rumah untuk bersilaturahim dengan keluarga kita. Orang tua akan lebih tenang hatinya bila mengetahui bahwa anaknya bergaul dengan kawan-kawan yang baik akhlaknya.

17. Menjadi sumber ilmu

Wawasan kita juga harus luas. Misalnya ketika tengah ada masalah keluarga, tentang warisan misalnya. Nah, kita bisa memberikan penyelesaian tentang hukum waris dalam Islam. Pun hukum-hukum lainnya, seperti pernikahan, zakat, dan lain-lain.

18. Persiapan menikah

Menikah bagi ikhwah tentu ada adab-adabnya. Maka jauh-jauh hari kita harus rajin membincangkan pernikahan Islami ini agar orang tua tidak terkejut. Boleh dengan cara menceritakan walimah Islami yang kita kunjungi atau bahkan mengajak mereka ke walimahan yang Islami. Pun kenalkanla apa itu ikhwan, akhwat.

19. Memperbanyak tilawah di rumah

Rumah yang banyak dibaca tilawah di dalamnya, niscaya akan membawa ketenangan dan keberkahan di dalam rumah.

20. Ramai sedikit tak mengapa

Apa maksudnya? Iya, misalnya ada isu-isu tentang teroris, perjuangan Palestin, dan lain-lain. Kita jadikan tema ini menjadi bahan pembicaraan dan jelaskan dari sudut pandang Islam. Karena tak jarang, keluarga kita juga termakan ghazwul fikri ini.

21. Membeli majalah Islam

Media yang ada di rumah, boleh kita meriahkan dengan majalah-majalah Islam. Ada majalah MAJALAHi, AL-ISLAM,SOLEHA,ANAMUSLIM, dll.

22. Kenalkan dengan yang sebaya

Orang tua juga memerlukan komuniti yang sebaya dengannya. Tidak beza jauh dengan kita saat di universiti, yang kita lebih selesa bila berbual dengan teman sebaya. Maka kita cari tetangga ataupun keluarga yang faham Islam dan kenalkan dengan orang tua. Kita gabungkan dengan mereka dalam dawah. Kakak dan adik kita pun demikian, kenalkan mereka dengan ikhwah di lingkungan mereka. Titip menitip tarbiyah antara ikhwah wa akhwat, sudah menjadi hal yang lumrah.

23. Lemah Lembut

Berdawah harus dengan lemah lembut. Karena boleh jadi hidayah itu tidak langsung turun, tetapi memerlukan proses.

24. Berdikari, dewasa, dan tidak bermasalah.

Kedewasaan bukanlah diukur dari usia. Karena sampai bilapun kita masih boleh bermanja-manja dengan orang tua. Yang terpenting, jangan sampai kita menjadi anak yang bermasalah.

25. Musholla(tempat solat) di rumah

Bila di rumah belum ada musholla, padahal ada ruang yang kosong, maka kita ajukan cadangan untuk membangun musholla di rumah.

26. Mengajak ikut Al Quran di dalam telefon

Orang tua sibuk bekerja? Kakak sibuk kuliah? Ajaklah untuk bergabung dengan software Al Quran dalam telefon bimbit sehingga dawah itu dapat tersampaikan dimana saja dan tanpa ada had masa.

27. Kirim artikel Islam melalui email

Selain itu, ada pula email-email Islam yang boleh kita kirimkan kepada orang tua, adik, dan kakak kita.

28. Alat-alat elektronik yang Islami

Komputer dan HP(telefon bimbit), boleh kita memasukkan hal yang berkaitan Islam, nasyid, properties Islam, dll.

29. Minta pendapatnya

Meminta pendapat orang tua adalah bentuk wujud hormat kita kepada mereka. Karena dengan demikian, orang tua akan merasa dihargai kedudukannya.

30. Cari pasangan yang boleh berdawah pula

Selama ini kita berdawah sendiri. Nah, bila akan dan sudah menikah, carilah pasangan yang sekiranya dapat diajak berdawah pula dengan keluarga kita. Maka dawah bisa menjadi kuat, dua kali lipat!

31. Mampu mencari nafkah

Untuk ikhwan, setelah habis SPM ada baiknya berpenghasilan(bekerja) meskipun sedikit. Untuk akhwat, bila belum berpenghasilan, jangan banyak meminta ini itu kepada orang tua. Meski orang tua kita mampu, bukankah kesederhanaan juga bagian dari perintah agama?
Jika semua tips di atas sudah kita lakukan, maka bersabarlah karena hidayah itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Taala dan ingat, Dia menilai proses, bukan hasil. Selamat berjuang ikhwah fillah.

--------------------------------------------------------------------------
"Setapak ke alam perjuangan bererti selamanya dalam kepahitan, kemanisan hanya terasa bila takbir dilaungkan ... roh jihad mula bertebaran ... mendakap ukhwah dalam kejauhan, jannah bertapak di hati insan. Hidup & mati dalam iringan iman, hebatnya sebuah keakraban andai dibasahi embun perjuangan..."






5 dah komen wuu~:

Cipi on 4:08 PM said...

No 18 Pernikahan Islami Jelaskan pada saya... kerna.. aritu ckp kat Abah.. "ala nikah sudah tak payah teruk2 anta tanda, tunang, berinai kecik besaq, bsanding"

aBah balas "hang nak kawin cara koboi??" dlm hati aku jwab "ni cara islam la.. nikah ijab kabul.. tak da kena mengena dengan KOBOI pon"

tolong ya dik Muna..

Muna 'Izzah on 7:27 PM said...

Pernikahan Islami.. Snang citer baitul muslim... Apa itu baitul muslim??
baca sini..rilek skit..

http://ms.langitilahi.com/bila-kamu-sebut-fasal-baitul-muslim/

atau

http://orang-lelabah.blogspot.com/2009/03/perkahwinan-dalam-islam.html

maksud ayah kau nikah koboi tu nikah smata mata, tak ada adat.. ko pon.. kalau nak nikah, jgn la smpai dtg kan fitnah..

adat melayu selagi tak langgar hukum syarak jangan diketepikan, nnti hilang sentimen2 melayu tu.. memg rupe koboi le pastuh..huhu

boleh ka abang CIPI?

Cipi on 9:13 AM said...

Mcmana koboi kawen? hahaha..

jika diberi pilihan

A) kawen dgn keturunan utk pelihara keturunan

B) Kawen di luar keturunan kerana kurang yakin dgn keturunan..

skali lagi tolong ya..

attiq sdg bjihad said...

aku suka tips 4 ng 5.
ahaks..

Muna 'Izzah on 10:58 PM said...

hurm.
ko jgn muntah bila gua nak cakap camni.
dalam Islam sendiri ada kata, bagi laki2, kahwinilah wanita kerana agamanya, yang pertama.
back to soalan kaw, aku tak rasa salah (kot) kalau kaw kawin sama mana2 pompuan kuturunan kaw as long as dia menjaga agamanya, and baru bleh perimbangkan the others. Itu satu. Ah. Sebenarnye satu je. Aku bukan ahli untuk bercakap pasal benda ni. Kalau ikut aku, kalau pompuan tuh dah baek, n memg knal pompuan tu, x kesahlah kturunan atau x, hah, x yah tunggu lama2. Tp aku tau musti dpt tentangan pemili. Last effort, mcm biasa dan jgn pnah stop, doakan agar terbukak hati depa. Doa anak soleh insya Allah termakbul.

Ah. Apesal gua syok citer sal kawen2 ni.

 

A.L-'I.Z.Z.A.H Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting